14 Maret 2009

Memedi

By Kelik Supriyanto

Memedi berasal dari kata wedi yang berarti takut. Memedi adalah sesuatu yang medeni atau membuat takut. Menurut Geertz dalam bukunya Abangan, Santri, Priyayi, Dalam Masyarakat Jawa, jenis memedi hanya menakut-nakuti orang saja dan tidak menyakiti, sedang yang bisa menyakiti orang dikategorikan sebagai lelembut.

Di Yogyakarta, ada pedagang mainan yang menjual angkrek dari kertas berupa bentuk memedi. Biasanya jenis mainan ini dibeli oleh anak laki-laki untuk menakuti anak perempuan. Jaman dulu mainan angkrek ini ada lidahnya yang menjulur keluar ketika benangnya ditarik-tarik. Jenis mainan ini sudah susah ditemukan.

Angkrek hantu yang dijual oleh mbah Gunarjo dari Minggiran Bantul ini berupa hantu banaspati, hantu othe-othe, dan hantu oncit-oncit. Berbagai jenis hantu yang sangat terkenal jaman dahulu yaitu wewe, genderuwo, dan tuyul. Digunakan untuk menakut-nakuti anak yang suka keluyuran waktu magrib.

Bagi yang tinggal di pedesaan, kalau waktu magrib masih juga bermain dihalaman maka orangtua kita akan bilang, "Cepat masuk rumah. Nanti digondol wewe." Wewe adalah sejenis hantu pohon berbentuk wanita dengan selendang di pundaknya. Sering terlihat sedang menggendong anak kecil. Hantu ini hobinya menculik anak kecil yang berkeliaran pada malam hari. Dia bisa menyamar menjadi ibu dari anak yang akan diculiknya.

Penduduk desa akan membunyikan kentongan keras-keras sambil membawa obor dan menjelajahi tempat-tempat yang wingit dan gelap seperti pohon besar di kuburan, pohon dekat sungai dan tempat-tempat ketinggian. Masyarakat pedesaan percaya bahwa bunyi ribut akan membuat wewe ketakutan dan pergi dengan melepaskan anak yang diculiknya. Dalam berbagai cerita yang beredar di masyarakat, anak tersebut akan diletakkan di atas pohon yang tinggi dan besar tempat wewe tersebut tinggal.

Anak yang diculik wewe selalu bilang kalau habis diajak oleh ibunya berjalan-jalan ketempat yang jauh yang tidak dikenalnya. Dan merasa sudah pulang dan tidur nyenyak dirumah sedangkan masih ada di atas cabang pohon.

Wewe mempunyai hobi lain yaitu mencuri celana dalam wanita dan baju bayi. Malah ada cerita ketika lewat di tempat yang ada wewenya, tiba-tiba celdam yang sedang dipakainya tiba-tiba lenyap.

Banaspati adalah hantu berbentuk kepala dengan rambut yang menyala bagaikan api. Dia berjalan dengan kedua tangannya yang muncul dari kepalanya. Dipercaya bahwa banaspati suka menghisap darah dari pembalut wanita yang dibuang sembarangan.Wanita yang dihisap bekas pembalutnya akan kesurupan. Hantu jenis ini tidak pernah minum darah dari makluk yang masih hidup. Tidak seperti vampire yang suka menggigit korbannya.

Semua jenis hantu ini tinggal di tempat gelap. Setelah listrik masuk desa dan lampu dipasang ditempat-tempat gelap, cerita hantu sudah jarang terdengar. Kemana para hantu itu pergi ? Sedang shooting film, Mas......