30 Juni 2009

Mlple‭’‬-Mple‭’‬an:‭ ‬Sebuah Dolanan‭ ‬Lemah

By‭ ‬:‭ ‬Achmad Choirudin

Azdan untuk waktu Dzuhur berkumandang.‭ ‬Siang itu,‭ ‬dengan badan lusuh dan lapar,‭ ‬saya pulang ke rumah setelah setengah hari meninggalkannya.‭ “‬Dari mana saja kamu itu‭?”‬ tanya Ibu menyambut‭ ‬kedatanganku dengan nada agak membentak.

Kala itu saya berusia kira-kira‭ ‬8‭ ‬tahun.‭ ‬Duduk di bangku kelas‭ ‬5‭ ‬Sekolah Dasar Negeri Pekuwon II,‭ ‬Kec.‭ ‬Sumberrejo,‭ ‬Kab.‭ ‬Bojonegoro.‭ ‬ Namanya anak-anak,‭ ‬paling senang ya bermain.‭ ‬Dalam bahasa jawa‭ ‬dolanan.‭ ‬Saya pun menjawab,‭ “‬Habis‭ ‬dolanan.‭”‬ Dan Ibu sontak menyahutnya,‭ “‬Bocah kok senengane dolanan ae.‭ ‬Sampe lali maem.‭”

Lantas ibu melanjutkan umpatannya,‭ “‬Dolanan apa kok tangannya kotor gitu‭?”‬ ya siang itu saya habis dolanan‭ ‬mple‭’‬-mple‭’‬an.‭ ‬Jenis dolanan ini pasti membuat tangan kotor dengan tanah.‭ ‬Sisa-sisa tanah menempel di telapak tangan.‭ ‬Awalnya tanah itu setengah basah.‭ ‬Lama-lama mengering di tangan.‭ ‬Ups,‭ ‬tapi bukan itu substansi permainan ini.‭ ‬Kotornya tangan hanya efeknya.

Begini awal cerita siang itu.‭ ‬Seperti umpatan Ibu tadi,‭ ‬yang namanya bocah pasti seneng bermain atau dolanan.‭ ‬Dolanan yang lagi ngetrend kala itu‭ (‬nampaknya hingga sekarang‭) ‬adalah miniatur mobil atau motor.‭ ‬Biasa disebut mobil-mobilan atau motor-motoran.‭ ‬Kalau punya uang banyak,‭ ‬bisa memainkan mainan mobil atau motor-motoran yang terbuat dari isntrumen teknologi elektronik.‭ ‬Dioperasikan dengan listrik atau tenaga lain dengan basis instalasi kerja rangkaian teknik fisika.

Nah,‭ ‬beda lagi ceritanya kalau cah ndeso yang notabene tak punya uang cukup untuk beli mainan sejenis itu.‭ ‬Padahal tetap pengen punya motor atau mobil-mobilan.‭ ‬Untunya cah ndeso dekat dengan alam.‭ ‬Bisa juga memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah untuk bekal kreatif.

Siang itu,‭ ‬hingga telapak tangan penuh dengan sisa-sisa tanah yang mengering,‭ ‬tak lain kami habis‭ ‬merangkai motor dan mobil-mobilan dari tanah.‭ ‬Tak ada uang buat beli mainan elektronik atau sejenisnya,‭ ‬tanah pun bisa dimanfaatkan.

Tanah itu kan zat padat yang cukup lunak.‭ ‬Dia tidak keras seperti batu.‭ ‬Apalagi tanah yang setengah basah.‭ ‬Kalau terlalu basah,‭ ‬lumpur namanya.‭ ‬Tanah setegah basah mau saja dibentuk jadi berbagai rupa.‭ ‬Dibuat jadi bulat menyerupai bola,‭ ‬mau.‭ ‬Dibentuk kotak seperti balok,‭ ‬tak nolak juga.‭ ‬Kemanutan tanah inilah yang menginspirasi kami untuk membentuknya menjadi miniatur motor atau mobil.

Begini caranya.‭ ‬Ambil tanah setengah basah.‭ ‬Bisa didapatkan dimanapun.‭ ‬Kala itu,‭ ‬saya biasa mengambil tanah setengah basah dari bongkahan rumah yuyu yang‭ ‬melubangi lahan-lahan kosong.‭ ‬Tanah di lereng sugai atau pairit kurang pas.‭ ‬Terlalu basah.‭ ‬Sedangkan tanah bongkahan rumah yuyu kadar kebasahannya tidak terlalu tinggi.‭ ‬Dia lembek,‭ ‬tak lembek-lembek amat dan tak keras.‭ ‬Pokoknya pas lah jadi bahan baku miniatur mobil-mobilan.

Setelah mendapatkan tanah setengah basah secukupnya.‭ ‬Langsung saja mulai membaginya ke dalam beberapa gumpalan sesuai kebutuhan.‭ ‬Misalnya,‭ ‬untuk membentuk sebuah mobil,‭ ‬ada beberapa bagian vital dengan bentuk yang berbeda-beda.‭ ‬Misalnya saja truk.‭ ‬Ada roda,‭ ‬kepala,‭ ‬dan wadah pengangkutnya,‭ ‬bisa berbentuk bak atau box.

Saya sendiri paling senang membentuk miniatur truk box.‭ ‬Sealain mudah,‭ ‬bentuknya unik dan estetik.‭ ‬Truk box juga paling sering dipakai untuk beradegan dalam film-film‭ ‬action.‭ ‬Pokoknya keren.

Untuk membentuknya,‭ ‬saya membagi tanah ke dalam bagian rangka,‭ ‬roda,‭ ‬box‭ ‬dan kepala.‭ ‬Tanah yang sudah dibagi itu lantas di padatkan dulu.‭ ‬Caranya simpel.‭ ‬Tinggal meremas-remas dengan tangan.‭ ‬Bagian rangka berbentuk lempengan balok tipis.‭ ‬Fungsinya untuk memangku kepala dan box truk.‭ ‬Cara membentuknya juga sederhana.‭ ‬Tinggal‭ ‬membentur-benturkan tanah yang sudah padat tadi ke lantai.‭ ‬Tetunya tidak dengan keras-keras.‭ ‬Kalau terlalu keras,‭ ‬tanah bakal nempel di lantai.‭ ‬Memukul-mukulkannya dengan tenaga secukupnya dan sesuai alur bentuk.‭ ‬Nah,‭ ‬langkah memukul-mukulkan tanah ke lantai‭ ‬inilah yan disebut mple‭’‬-mple‭’‬an.‭ ‬Tak ada landasan filosofisnya.‭ ‬Nama itu diadopsi dari bunyi dipukul-pukulkan tanah setengah basah tadi ke lantai.‭ ‬Plek,‭ ‬plek,‭ ‬plek,‭ ‬plek‭!

Bagian kedua adalah kepala truk.‭ ‬Caranya sama dengan membentuk rangka tadi.‭ ‬Bagian selanjutnya adalah box.‭ ‬Tinggal membentuk tanah setengah basah menjadi balok tebal dengan lebar dan panjang sisi-sisinya sesuai ukuran yang dikehendaki.‭ ‬Setelah kepala dan‭ ‬box jadi,‭ ‬langsung menempelkannya ke lempeng rangka pertama tadi.‭ ‬Agar daya rekatnya kuat,‭ ‬penempelan kepala dan box dilengkapi dengan potongan lidi yang ditancapkan ke bagian bawah kepala dan box.‭ ‬Baru ditancapkan ke lempeng pangkuan.‭ ‬Jadi‭ ‬deh...

Eh,‭ ‬sebentar dulu.‭ ‬Tanpa roda truk tak bisa jalan.‭ ‬Baru sekarang membentuk roda.‭ ‬Caranya sama sekali tak beda.‭ ‬Cuma,‭ ‬membentuk roda agak susah,‭ ‬karena bentuk roda yang bulat.‭ ‬Bagian ini tak cukup untuk di-emplek-emplek saja.‭ ‬Perlu sentuhan lembut tangan untuk mengukir tanah menjadi bulat mendekati sempurna.

Setelah empat roda terbentuk,‭ ‬mari kita pasang ke truk setengah jadi tadi.‭ ‬Dua roda untuk bagian depan,‭ ‬dua roda untuk bagian belakang.‭ ‬Agar roda bisa menggelinding,‭ ‬tentunya perlu as.‭ ‬Saya biasa menggunakan sapu lidi sebagai as roda.‭ ‬Tancapkan potongan sapu lidi ke rangka‭ (‬lempeng balok tiipis pangkuan kepala dan box tadi‭)‬,‭ ‬melintang hingga tembus,‭ ‬dan dilebihkan untuk tancapan roda.‭ ‬Dua as untuk bagian depan dan belakang.

Setelah as tertancap,‭ ‬langsung saja pasang roda ke masing-masing sisi as yang terlihat nongol di empat sisi.‭ ‬Caranya tinggal menancapkan saja.‭ ‬Truk sudah bisa berjalan...

Wah,‭ ‬kok rodanya sering lepas‭? ‬Nah,‭ ‬roda yang tertancap di as tadi harus dikunci agar tidak mudah lepas.‭ ‬Bentuk bulatan tanah lagi.‭ ‬Kecil‭ ‬aja.‭ ‬Tancapkan ke as,‭ ‬di sebelah luar roda.‭ ‬Sekarang truk siap ngebut.‭ ‬Loh,‭ ‬truknya kan tak bisa jalan sendiri‭? ‬Oh‭ ‬iya ya.

Perlu tenaga pendorong atau penarik.‭ ‬Untuk mainan ini,‭ ‬biasa digerakkan dengan tenaga tarik.‭ ‬Pasang cantolan di bagian depan kepala truk untuk mengaitkan tali.‭ ‬Cantolan ini bisa dari lidi juga.‭ ‬Kaitkan tali,‭ ‬saya biasa memakai serpihan pohon pisang‭ (‬gedebok‭) ‬sebagai instrumen penarik truk.‭ ‬Nah,‭ ‬setelah bisa ditarik,‭ ‬truk akan setia menemani petualangan bocah‭ ‬ndeso.‭