03 Februari 2009

Yoyo

By : Kelik Supriyanto

Wacana permainan anak rupanya sedang disukai oleh para politisi Indonesia. Gara-gara ucapan Megawati Soekarnoputri yang mengkritisi kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dianggapnya seperti bermain yoyo. "Naik-turun naik-turun. Dilempar kesana kemari. Kelihatannya indah tapi pada dasarnya tak menentu," ujar Ketua Umum PDI Perjuangan ini dalam Rapat Kerja Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Solo, Jawa Tengah, 27 Januari 2009.

Ucapan Megawati ini langsung ditanggapi oleh Sutan Bathoegana. "Iya, tapi, permainan yoyo itu jauh lebih baik ketimbang Pemerintahan Megawati pada masa lalu yang saya umpamakan seperti permainan gasing. Kan yoyo naik turun, sedangkan gasing berputar-putar saja di tempat, malah melobangi tanah hingga rusak," ujar.Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI ini sengit.

Yoyo adalah permainan yang terdiri dari dua keping cakram yang berukuran sama dan dihubungkan dengan suatu sumbu. Tali tergulung ke dalam sumbu dan diujung yang lain diberi kaitan untuk dimasukkan ke jari tengah. Dengan melemparkannya maka tali akan terulur, bila seluruh tali sudah terjulur maka yoyo dapat kembali tergulung dan kembali ketangan.

Yoyo berasal dari Greece (negeri Yunani), sekitar 500 Sebelum Masehi. Yoyo pada awalnya terbuat dari kayu, logam, atau gerabah. Sudah menjadi kebiasaan, ketika seorang anak menuju dewasa ia akan mempersembahkan mainannya sewaktu masih muda kepada dewa. Sebuah jambangan dari periode ini menggambarkan seorang pemuda Yunani sedang memainkan permainan yoyo. Yoyo kuno ini sekarang masih tersimpan di Museum Nasional Athena.

Dalam catatan sejarah sekitar abad 16, para pemburu hewan dari Filipina biasa memanjat pohon dan mengikatkan tali ke batu sepanjang 20 feet untuk dilemparkan ke hewan buruan. Menurut Scientific American yang terbit tahun 1916, istilah yoyo berasal dari bahasa Filipina yang berarti "mari-mari" atau "ayo-ayo".

Membutuhkan ketrampilan untuk memainkan permainan yoyo ini. Dahulu saya perlu belajar ke teman yang mahir memainkannya, dan hanya teknik-teknik yang permainan sederhana saja yang bisa saya mainkan. Ada banyak variasi memainkan permainan ini.

Ada yang cukup dilempar ke bawah dan yoyo akan naik kembali ke tangan kita lagi, terus dilempar lagi. Bagi yang sudah jago ada yang dilempar mendatar, atau bahkan dilempar ke atas. Atau dilempar mendatar di permukaan tanah dan yoyo bisa kembali lagi ke tangan. Malah ada yang jahil dengan diarahkan atau dilemparkan ke anak-anak perempuan yang kebetulan menonton. Keasyikan permainan ini terletak seberapa mahir kita menunjukkan kebolehan kita sehingga membuat decak kagum teman-teman kita.

Seiring perkembangan waktu, permainan tradisional mulai surut. Anak-anak lebih menyukai permainan yang lebih modern semisal games komputer atau playstation. Atau pada ngumpul sama kakak-kakaknya didepan televisi pada memelototi sinetron. Malah anak-anak kecil sering terdengar menyanyikan lagu, "Kamu ketahuan pacaran lagi....Dengan dirinya, teman baikku...." Lagu cublak-cublak suweng sudah lenyap ditelan waktu.

Jaman memang sudah berubah.